Di antara gelas kaca

Ketukanku tak bersuara
Bagai dibatasi tembok kaca
Kau yang di seberang tak sanggup dengar sapa
Sahut dan seruanku bagai terbatasi sunyi yang menganga

Dan sepi dibalik punggungku menyeruak menyusupi setiap desah nafas yang kuhirup paksa melebihi ruas paru-paru dan pacu jantungku

Residu karbon yang kuhembus lunglai mengendap
Membungkam teriakanku yang padat dan kedap
Tenggorokanku tercekat embun malam yang kini terbaring nyeri dan tertimbun jasad kupu-kupu kalap

Aku mampat!

Oh andai tak ada sekat beku
Aku tak perlu jongkok berdiri menemani sepi yang kian waktu kian pilu

Embun kini meriuh mengganti bening kaca jadi keruh
Segenap mataku samar terpejam
Siluetmu berganti buram yang kelam
Aku tenggelam
Namun senjamu tak juga berganti malam

Kini kau menjelma serupa toples angkuh bergelas kaca
Aku memburai tak karuan di dalamnya
Dan sedetik kemudian tak bernyawa

Surabaya, 2014

Just me and my afternoon coffee time.
#bw #bwshots #blackandwhite #monochrome #hitamputih #coffeetime #coffeeaddict #coffeelover #coffiesta #hobikopi #anakkopi #sundayafternoon

When in doubt, all you have to do is jump and dive into the deep blue ocean of freedom.

Kita hidup dalam kebersamaan, tidak individualistis. (Burung-Burung Rantau - YB Mangunwijaya)

gramedia:

image

When the dawn is rising, we know it is the beginning of all things. The lost ones too.

Let’s start our day with coffee. And ended with it also.
#coffeeaddict #coffeetime #coffiesta #HobiKopi #coffeemoment #coffeelover #coffeetraveller #coffeemaniac #thebitterthebetter #squaregrapher #instasunda #instacoffee #anakkopi #sukakopi #kamerahpgw #mataponsel #liveauthentic #livefolk

Mencumbu kelabu

Ciumanmu jatuh menderas
Tumpah membasahi tabir kelu yang merona di bibirku
Dan ketika sampai di sekujur tubuhku yang terbungkus wewangian lara, ciumanmu layu
Usai tak berbekas
Raib ditelan hening dada yang menganga
Bahkan tak ada tertinggal ampas pekat untuk kusesap

Selaju laku dengan ciumanmu, kau pun terbang lepas landas
Bagai kelabu yang melingkari awang awang yang menjadikannya mendung sempurna

Jangan salah,
Ini bukan kelabu rapuh yang remuk tinggal remah
Bukan pula kelabu pilu yang menderu dalam darah
Melainkan kelabu yang lepas menari
Meretas sudut sudut mendung bergemuruh yang melahirkan hujan

Membasahi bumi
Memaksanya mengerti

2014

Waktu adalah penjara bagi mereka yang ragu. Usia pun begitu. Bebas yang kita agungkan terkadang berbalik membelenggu. Dan yang kuasa seperti tak mau tahu. Cc @hitamituputih :)

Haus aksara

Aksara aksara mulai beranjak pergi melayap di hening ketinggian, bertebaran di remang udara yang meragu
Seolah tak lagi ingin dihuni
Tak lagi ingin dimiliki
Meninggalkanku termangu terpasung bisu

Aku menggapai gapai bak malaikat yang merindu nirwana
Bak alun sungai yang rindu bermuara
Namun aksara bertengger angkuh bersama angin musiman yang tak menentu bentang kisah dan pemberhentiannya

Jadilah aku bak pengemis yang haus darah haus lara
Meratapi aksara yang kian waktu kian berlalu
Makin hari makin mati

Surabaya, 2014

Selasa, Dua September yang biasa

Kau yang tak boleh tersentuh oleh mata dan jemari sunyi
Haram dijamah karena terlampau tinggi label yang diberi

Rindang pohon dan semai senja kau umpat sama rata
Entah sumpah entah janji bukan kau yang peduli
Hanya akan ada satu nama untuk satu harga
Takkan bisa ditawar karena kau merasa bukan pasar

Jika benar begitu,
Mengapa kau martir sastra yang suka disuguhi janji janji palsu
Delapan yang semu
Seolah buta, seolah hanya kasta kasta yang bisa angkat bicara

Oh dan dimanakah engkau saat itu?
Apakah kau hanya saksi bisu dan bukan pelaku?
Atau apakah kau lupa bahwa ada darahmu dalam tiap tiap bait yang kau gores paksa di seluruh bidang lembarnya

Mungkin aku yang salah berkata
Terlalu cepat menilai
Terlalu jauh berasumsi
Tinggi yang kau junjung takkan teraih dan bumi tempatku berpijak takkan sanggup bersanding mengikuti

Oh ya, dan satu lagi,
Apalah arti harga diri
Bila tubuhmu saja kau dermakan padaku secara cuma cuma.
Ah, tidak tidak
Aku tahu nona,
Mungkin ini khayalku saja
Guna guna mimpi yang biasa mampir mengunjungi sepi di dada.


- Di suatu senja di kota Surabaya
- Di dua September di tahun entah dua ribu berapa

Fixed. theme by Andrew McCarthy